Pertamina akan Tangani Standardisasi Karet Tabung Gas

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertamina berencana untuk menangani langsung masalah standardisasi karet tabung. Masalah karet tabung seringkali menjadi penyebab kebocoran gas yang berujung ledakan.

"Dari 33 catatan kecelakaan akibat tabung gas, tidak ada satu pun yang disebabkan masalah pada tabung," ujar Vice President Coorporate Communication B Trikora Putra saat melakukan kunjungan ke Gang Mandiri RT 008 RW 02 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/6), untuk sosialisasi pada masyarakat pengguna elpiji 3 kilogram di kawasan tersebut. Menurutnya, ledakan yang terjadi disebabkan kebocoran gas dari aksesoris yaitu, selang, regulator, karet, maupun kompor. Untuk itu, Trikora berjanji berjanji akan meningkatkan pengecekan karet selang. "Dari 33 catatan kecelakaan akibat tabung gas, tidak ada satu pun yang disebabkan masalah pada tabung," ujar Trikora.

Pengecekan tabung menurut aturan dilakukan setiap lima tahun sekali di tempat instalasi dan stasiun pengisian gas Pertamina. Namun, ini dapat saja dilakukan sewaktu-waktu jika ada indikasi kerusakan. "Mulai dari pengisian hingga di agen masih tanggung jawab Pertamina untuk mengecek. Kami bertanggung jawab ketika masih di internal. Tapi begitu beredar di pasar, kami tidak bisa mengawasi lagi. Itu tanggung jawab Departemen Perdagangan," jelasnya.

Trikora menambahkan, ada pembagian tanggung jawab atas masalah pengecekan tersebut dengan pihak kepolisian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian. Kemenperin, menurutnya, bertanggung jawab atas produksi tabung. Mengenai masalah tabung palsu atau ilegal, kementerian tersebut bekerja sama dengan polisi.

Meski demikian, menurut Trikora, Pertamina berencana untuk terjun langsung mengontrol masalah karet tabung. "Kami akan mengganti dengan karet yang berkualitas lebih baik," ujarnya.

Coorporate Secretary Pertamina Toharso mengatakan, Pertamina akan menangani langsung masalah standardisasi karet tabung. "Kami akan menguasai masalah karet tabung agar kualitasnya terjamin. Setelah satu atau dua tahun, karet biasanya akan diganti dengan yang dijual di pasaran. Kualitasnya kan beda-beda, kami tidak bisa jamin," ungkapnya.

Pertamina melakukan sosialisasi tersebut untuk memberikan pengetahuan dalam rangka mengurangi risiko ledakan akibat ketidaktahuan warga. "Kami memberikan penjelasan pada warga, kalau ada bau gas bocor, jangan menyalakan api. Kami mengingatkan kembali kepada warga cara menggunakan gas dengan aman," ujar Toharso di depan kantor Sekretariat Karang Taruna RW 02 seusai berdiskusi dengan perwakilan warga.

Menurut Trikora, Pertamina memilih Rawa Badak Selatan untuk dikunjungi karena merupakan wilayah tinggal masyarakat menengah ke bawah yang cukup padat sehingga perlu mendapatkan sosialisasi. Selain itu, wilayah tersebut juga salah satu area pilot project konversi gas. "Kami tidak mungkin memberikan sosialisasi ke satu per satu wilayah. Jadi wilayah ini dipilih untuk nantinya menularkan ke wilayah lain," pungkasnya.